Chapter 2. When We Started To Hoping
Esoknya, hari senin. Bell kembali melakukan rutinitasnya, setelah sarapan ia segera turun dari tempat tidurnya. Kakinya ia tapakkan keatas sebuah sandal yang tergeletak dengan rapi diatas marmer abu-abu. Ia kemudian berjalan menuju sebuah lemari pendek di depannya dan mengambil pena serta buku tulis yang sama dari hari ke hari. Membuka pintu dan berjalan perlahan ke arah ruang lounj.